BUKIT SULISTIYO

SEJARAH MONUMEN Dr. H. SULISTIYO, M.Pd.

20210802132615_IMG_0131
Gerbang Masuk Monumen Bukit Sulistiyo

Dr. H. Sulistiyo, M.Pd. lahir di Desa Kalitengah, Purwanegara, Banjarnegara pada 12 Februari 1962, meninggal di Jakarta, 14 Maret 2016 pada usia 54 tahun.  Dr. H. Sulistiyo, M.Pd. dikenal sosok Pejuang PGRI, Guru, dan Pendidikan. Jabatan terakhir beliau sebagai  Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) periode 2008-2013 dan 2013-2018. Anggota DPD RI periode 2009-2014, 2014-2019. Rektor IKIP PGRI Semarang dua periode sejak 2001-2004, 2004-2009. Dr. H. Sulistiyo, M.Pd terpilih menjadi Ketua Umum PB-PGRI berdasarkan Kongres PGRI XX/2008 di Palembang, Sumatera Selatan menggantikan Ketua Umum PB-PGRI sebelumnya, Prof. Dr. Moh. Surya. Lahir di Banjarnegara (Jawa Tengah), tanggal 12 Februari 1962. Suami dari Ny. Halimah Sulistiyo dan ayah dari Rasyid Ghaniy Purwanegara dan Malik Abdurrahman Hakim berprofesi sebagai Dosen (PNS) di IKIP PGRI Semarang.

Beliau lulus SPGN Banjarnegara tahun 1981, melanjutkan ke IKIP Semarang dan lulus tahun 1986. Kecerdasannya membuatnya dinobatkan sebagai Mahasiswa Teladan tahun 1984. Pada permulaan kuliah, tahun 1982, diterima sebagai CPNS dan diangkat sebagai Guru SD Inpres. Waktunya juga diisi dengan mengajar di SMP, SMA, dan SMEA sebelum menjadi dosen.

Dr. SuIistiyo muda dikenal seorang aktivis yang aktif di sejumlah organisasi. Sebelum kuliah, aktif pengurus OSIS, Majalah Sekolah, Pramuka, dan Seni. Pribadi enerjik dan kaya ide brilian, tak pelak segudang jabatan pernah disandangnya, seperti: Ketua HMJ PBSI (1982—1983), Ketua Senat Mahasiswa IKIP Negeri Semarang (1983- 1985), Sekjen Ikatan Senat Mahasiswa Sejenis Tingkat Nasional (1984-1986).

Pada usia 27 tahun menjadi terpilih sebagai Ketua salah satu ormas pemuda (Angkatan Muda Islam Indonesia-AMII) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kecintaannya pada PGRI dibuktikan dengan menjadi anggota PGRI sejak pertama kali menjadi Guru SD tahun 1982. Selanjutnya menjadi pengurus Cabang PGRI tahun 1989-1 994. Sejak tahun 1994 dengan usia yang relatif muda (32 tahun) telah menjadi pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah selama tiga periode berturut—turut dengan jabatan sebagai Sekretaris Umum PGRI Provinsi Jawa Tengah. Karirnya di IKIP PGRI Semarang diawali ketika tahun 1989 terpilih sebagai Ketua Jurusan, selanjutnya terpilih sebagai Dosen Teladan (1996), menjabat Dekan dua periode, dan ketika usianya belum genap 40 tahun yakni 2001 terpilih menjadi Rektor IKIP PGRI Semarang selama dua periode (2001-2004, 2004-2009).

Pada tahun 2001 menyelesaikan S2 di Universitas Negeri Semarang, dan tepat pada tanggal 16 Juni 2008 memperoleh gelar akademik tertinggi yakni S3 pada sidang tertutup di Universitas Negeri Semarang. Dr. H. Sulistiyo, M.Pd. tercatat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi LPTK Swasta Indonesia yang beranggotakan 237 LPTK Swasta, Beliau juga anggota Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) tingkat Nasional. Selain itu menjadi anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah 2009-2014, 2014-2019.

Dr. H. Sulistiyo, M.Pd. meninggal di Jakarta 14 Maret 2016. Dr. H. Sulistiyo, M.Pd. di Desa Kalitengah, kecamatan Purwanegara, kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah jadi saksi sejarah. Di tempat itu, seorang tokoh pendidikan bersemayam. Di desa terpencil perbatasan Banjarnegara dan Kebumen, Ketua Umum PB PGRI Dr. H. Sulistyo, M.Pd. dilahirkan dan di tempat lahirnya pula, Sulistyo diperistirahatkan.

. Sepeninggal beliau tepat pada 14 Desember 2017 muncul gagasan membangun Monumen Dr. H. Sulistiyo, M.Pd. yang sekarang kita kenal dengan Monumen Pejuang PGRI, Guru, dan Pendidikan. Digagas oleh Pengurus Pusat Ikatan Alumni UPGRIS bersama Pengurus Kabupaten PGRI Banjarnegara yang didukung oleh Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah dan Pengurus Besar PGRI, Pemerintah kabupaten Banjarnegara, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Pusat.

Pada rapat perdana 14 Desember 2017 disepakati sebagai Ketua Panitia Pembangunan Monumen Pejuang PGRI, Guru, dan Pendidikan adalah H. Syamsudin-Wakil Bupati Banjarnegara. Lahirlah berbagai pertemuan mematangkan rencana pembangunan Monumen akhirnya pada tanggal 30 Desember 2017 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Monumen hingga kondisi seperti saat ini. Pembangunan selama satu tahun 30 Desember 2017 -22 Desember 2018 telah berdiri Bagian atas Monumen. Monumen Dr. H. Sulistiyo, M.Pd. diresmikan pertama kali bersama Ketua PGRI Banjarnegara, Ketua PGRI Jawa Tengah, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, dan Bupati Banjarnegara pada tanggal 22 Desember 2018.

Setelah diresmikan penggunaannya untuk kali pertama, pembangunan terus berlanjut melengkapi master paln yang belum selesai. Akhirnya monumen Sulistiyo telah lahir utuh terdiri atas dua bagian utama: Bagian pertama di sisi atas berupa Joglo Pusara Dr. H. Sulistiyo, M.Pd., Joglo Kembar, Gasebo Kembar, dan Perpustakaan Sulistiyo, juga halaman parkir. Pada Bagian bawah Monumen terdapat Masjid Sulistiyo dan halaman parkir. Hadirnya Monumen Sulistiyo berkat kerja keras seluruh jajaran Panitia, keluarga besar Alumni UPGRIS, PGRI Kabupaten Banjarnegara-PGRI Provinsi Jawa Tengah, Pengurus Besar PGRI, Pemerintah Banjarnegara, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Pusat didukung seluruh guru se-Indonesia.

Ketua DPR RI-Bambang Soesatyo didampingi Bupati-Wakil Bupati Banjarnegara dan seluruh jajaran panitia disaksikan masyarakat sekitar pada tanggal 13 September 2019  meresmikan Komplek Makam dan Monumen Pejuang PGRI, Guru, dan Pendidikan- Dr. H. Sulistiyo, M.Pd.  Mukhlis

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart

Tidak ada produk di keranjang.